Jiwa Tanpa Nalar

Perlahan darahku tersucikan dari bisamu

Waktu kutapakkan kaki di surga itu

Kepada Matahari kujejakkan jiwaku

Tatkala pendar gelapmu mengabur dariku

 

Seperti tak bermata aku menatap nanar

Dalam gelapnya cahaya hatiku tersasar

Terus ku menyusuri jejak Sang Nasar

Bagai sebuah jiwa tanpa nalar

 

Sudah kutambatkan hidup padamu yang terlarang

Dan biarlah kejatuhan itu kembali berulang

Karena kepadamu ingin ku segera pulang

Meski akhirnya akal sehat harus kubuang

 

-March.2011-

Advertisements

About diesluminous

fascinated by the light, fell in love with the darkness View all posts by diesluminous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: